WELCOME

Hi! Welcome to my lovely blog! Please leave a comment :D
Don't forget to visit again.... ;D Thank you. See you, Au revoir, ilalliqa'

Music

Andini Sekar Wahyuningtyas

Foto Saya
sragen, jawa tengah, Indonesia
Manusia ciptaan Allah SWT dengan kelebihan dan kekuranganku yang apa adanya. Mohon mengerti saja. Terima kasih... Arigatogozaimashita...

favourite

favourite
friendship

Sabtu, 27 April 2013

Tata Tertib Berlalu Lintas

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bonjour.
Pada kesempatan kali ini, saya mau berbagi sedikit informasi dan pengalaman. Salah satunya ketika kita berkendara. 

   
 Yang pertama adalah MENYALAKAN LAMPU PADA SAAT SIANG HARI ( DRL <Daytime Running Light>). Seringkali sebelum saya berangkat menuju tempat les, mama selalu mengingatkan, "Jangan lupa nyalain lampu. Hayo, lupa lagi, kan,"ucap mama yang terus terngiang, sehingga menjadi budaya apabila berkendara tidak lupa untuk menyalakan lampu. Namun, kadang terbesit di dalam hati, kenapa kok siang hari harus menyalakan lampu,ya?


                                                 Sumber gambar : www.conantz.w.s.i

    Nah, ternyata saat kita berada di Jalanan, kita harus menggunakan prinsip untuk "melihat" dan "dilihat".
Saat di jalan, kita harus melihat keadaan sekitar dan untuk dilihat orang lain. Kita juga perlu ingat bahwa tidak semua orang mempunyai kemampuan melihat dan mencerna situasi dengan baik. Ada yang cepat tanggap, ada yang lambat, bahkan ada yang tidak peduli.
                                       Sumber gambar : modifikasi.lintas.me

Kita lihat di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Angka kepemilikan sepeda motor meningkat tajam dari tahun ke tahun. Namun sayangnya tidak diikuti dengan kesadaran berkendara yang baik, ditambah tingkat emosional yang makin memprihatinkan akibat kemacetan lalu lintas. Faktor-faktor tersebut membuat meningkatnya angka kecelekaan yang terjadi pada sepeda motor.
Program DRL(MENGHIDUPKAN LAMPU UTAMA PADA SIANG HARI) untuk Indonesia memang sudah perlu dan benar untuk dijalankan. Hal paling utama adalah untuk memperkecil angka kecelakaan lalu lintas khususnya yang melibatkan sepeda motor.
KAJIAN TEORI
Saat siang hari yang sangat terang, membuat mata kita seakan terbiasa melihat benda-benda sekitar (jalanan, trotoar, pohon, dsb). Ketika kita melihat ada kilasan atau sinar cahaya pada saat seperti itu, membuat perhatian kita mengarah ke cahaya tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa DRL perlu dilaksanakan.

Refleks saat mengemudi dari apa yang kitalihat, menentukan seberapa cepat respon kita saat melaju dalam kecepatan tertentu. Semakin cepat kendaraan kita melaju, maka jarak pandang yang dapat segera ditangkap mata untuk melakukan reaksi.

Jika dibantu dengan MENGHIDUPKAN LAMPU PADA SIANG HARI, maka akan sangat membantu kita melihat dari jauh kendaraan (sepeda motor) yang datang dari arah depan atau samping, juga belakang (melalui kaca spion).

MANFAAT YANG PALING MENCOLOK ADALAH MEMBANTU PENGENDARA LAIN
Dalam ilmu Fisika pun kita sudah mengetahui bahwa kecepatan cahaya lebih tinggi dari pada kecepatan suara.

Ilusstrasi: pengemudi mbl, dengan kaca tertutup, AC hidup, menyalakan tape dgn suara yg cukup keras akan lambat respon/antisipasinya hanya dengan mendengarkan suara atau klakson mobil (apabila ia masih bisa mnedengar) bandingkan dengan keadaan yang sama, dimana pengemudi masih dapat melihat kilasan lampu dari sepeda motor.

Program DRL sangat membantu pengemudi mobil dan pengendara motor untuk dapat melihat keberadaan sepeda motor di belakangnya, atau jauh di depannya.


Perlu DI INGAT : lampu yang harus Anda hidupkan adalah lampu besar atau lampu UTAMA bukan lampu senja ( tentu saja karena intensitas cahaya yang akan terlihat akan lebih bessar, sehingga tingkat respon kewaspadaan juga ikut meningkat )

Dengan lampu sepeda motor yang menyala, membuat pengemudi mobil melihat keberadaan sepeda motor tersebut


KESIMPULAN

1. Program Daytime Running Light(DRL) sangat baik untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

2. Sosialisasi manfaat DRL bagi pengendara perlu terus dijalankan khususnya yang menyangkut keselamatan.

3. Penerapan SAFETY/Keselamatan tidak mengenal geografis, budaya, dsb.

4. Jika program DRL berhasil, maka motor tanpa lampu di malam hari akan semakin sedikit atau bahkan tidak ada lagi


Sumber : http://sibukforever.blogspot.com/2012/04/manfaat-menyalakan-lampu-motor-di-siang.html

     Lalu, saat kita berkendara, juga jangan lupa untuk Selalu Berhati-hati dan Waspada. Dan yang paling penting adalah berkendara tidak dalam kecepatan yang tinggi. Kalau ditinjau lebih jauh lagi, bukanlah orang-orang yang berkendara dengan cepat dan lincah dijalanan yang pintar dan hebat di Jalan Raya, namun orang-orang yang sadar diri, selalu hati-hati dan waspada-lah yang pintar, hebat, dan menguasai kondisi Jalanan, baik untuk keselamatan dirinya sendiri maupun orang lain. Jika dipikir-pikir, sering kali terlihat para pengendara yang siiiaaat.. siiiaat... salip sana salip sini. Bukankah itu seperti mencari perhatian dan pamer semata. Jadi, baiknya kita untuk berkendara dengan kecepatan dalam batasnya saja dan berhati-hati. 
     Selain itu, tak ketinggalan tentang kelengkapan bagian kendaraan bermotor yang kadang dianggap sepele. Seperti halnya "KACA SPION SEPEDA MOTOR".


                                        Sumber gambar : tulisan-inspirasional.blogspot.com
 Nah, bicara lagi tentang kebiasaan, saya sering sekali diomeli oleh adik saya, atau kadang di lokne oleh teman-teman,  
Kakak, i. Kalau mau naik sepeda motor kennapa harus mbenakne (memasang) spion? Kesuwen ( kelamaan ), kalau liatin terus ke spion kapan sampainya, kak? Nah, dapat disimpulkan juga bahwa teman-teman saya juga jarang memanfaatkan spion yang ada. Saya pun hanya tersenyum, dan berkata, "Yang penting selamat, insya allah." Dan kalau dipikir-pikir, setiap saya akan berangkat, saya harus memasang dengan benar spion sepeda motornya, karena jarak pandang saya ketika melihat di spion harus disesuaikan. 
     Namun, kadang saya juga heran dan tertawa, di daerah sekitar Gemolong juga banyak para pelanggar tata tertib yang melalang buana. Karena ada yang cuma bagian kanan saja spionnya ( spion bagian kanan saja), atau hanya di sebelah kiri saja, ada juga yang tidak ada spionnya sama sekali, dan yang paling aneh yaitu spion yang sudah lengkap, ada di sebelah kanan dan kiri, namun dibengkokkan atau di arahkan ke sisi dalam ( biasanya kan di sisi luar untuk melihat kendaraan lain di belakangnya, dsb) dan itu membuat saya berfikir, Apakah spion itu buat ngaca mukanya sendiri, ya? Aneh, masa' spionnya masuk ke dalam? dan saya pun tersenyum kecil. Inilah masyarakat Indonesia yang tidak tanggap dan tidak peka terhadap peraturan dan hukum yang ada. Yah, mau bagaimana lagi? Sudah membudaya juga. 

                                        Sumber gambar : budi-amanah-motor.blogspot.com

      Sepertinya masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang kadang kita sepelekan, kita tinggalkan, tapi ternyata peraturan yang kita langgar adalah usaha untuk menyelamatkan, atau paling tidak untuk kebaikan kita. Astaghfirullahaladzim..,, ternyata masih banyak dari kita yang melanggarnya. Semoga kita semua sadar dan tetap mematuhi peraturan lalu lintas yang ada. Terlebih untuk warga di sekitar Kalijambe-Gemolong diharapkan lebih waspada dan berhati-hati karena banyaknya jalanan yang berlubang dan rusak parah, jangan sampai hanya karena tidak fokus, emosi ( karena macet akibat jalanan yang rusak melintang di jalan, dan sangatlah dalam ), dll. Jangan sampai membuat kita lupa akan keselamatan pribadi dan orang lain. 

Sekian dari saya, kesalahan dan kekurangan saya mohon maaf.
Au revoir... Ilalliqa'...
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

My Banner

Banner created with MyBannerMaker.com
Ada kesalahan di dalam gadget ini